No icon

Informasi Hoax

Hoax - Vaksin Sinovac hanya untuk Kelinci Percobaan, Tidak untuk Disebarluaskan

Telah beredar Informasi berantai mengenai vaksin Covid-19 Sinovac beredar melalui WhatsApp Beredar sebuah pesan berantai pada platform WhatsApp Vaksin Sinovac hanya untuk kelinci percobaan, tidak untuk disebarluaskan karena mengandung bahan-bahan berbahaya seperti boraks, formalin dan merkuri. Vaksin Sinovac juga disebut tidak halal karena berasal dari jaringan kera hijau Afrika.

Berdasarkan penelusuran sebagaimana dilansir oleh antaranews.com klaim bahwa Vaksin Sinovac hanya untuk kelinci percobaan dan tidak untuk  disebarluaskan adalah tidak benar. Sebagimana disampaikan oleh  Manager Lapangan Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Universitas Padjadjaran Eddy Fadlyana mengkonfirmasi klaim dalam pesan tersebut adalah hoaks. Kepada antaranews.com di Jakarta, pada Sabtu 2 Januari 2021, Eddy mengatakan pesan itu mengandung hasutan dan kebohongan sehingga berpotensi membuat kekacauan di masyarakat. Kemasan yang ditampilkan dalam pesan yang beredar adalah kemasan vaksin yang khusus digunakan untuk uji klinis seperti yang dilakukan di bandung. Sementara klaim tidak halal, dijelaskan bahwa yang menentukan halal adalah Majelis Ulama Indonesia. Namun, Eddy menyatakan vaksin Sinovac tidak menggunakan enzim tripsin babi dimana sejumlah vaksin juga menggunakan sel vero seperti vaksin DPT yang mengantongi sertifikat halal.

Link :
https://kominfo.go.id/content/detail/31872/disinformasi-vaksin-sinovac-hanya-untuk-kelinci-percobaan-tidak-untuk-disebarluaskan/0/laporan_isu_hoaks
https://www.antaranews.com/berita/1924736/vaksin-sinovac-mengandung-boraks-dan-hanya-untuk-kelinci-percobaan-cek-faktanya
https://portaljogja.pikiran-rakyat.com/cek-fakta/pr-251205848/cek-fakta-atau-hoaks-beredar-pesan-tentang-vaksin-sinovac-hanya-untuk-kelinci-perobaan
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210103/2036124/disinformasi-vaksin-covid-19-buatan-sinovac-uji-klinik-dan-mengandung-sel-vero/

Comment