No icon

Pidato Sambutan

Pidato Sambutan Nyadran Perayaan Desa, Acara desa, grebek desa

 

 

Untuk tema sambutan kategori umum kali ini, ada sebuah contoh sambutan Pada Perayaan Nyadran di Desa untuk bisa dipergunakan sebagai panduan atau acuran untuk membuat konten pidato sambutan :

ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.

SALAM SEJAHTERA BAGI KITA SEKALIAN,

YANG SAYA HORMATI:

 

•  PARA UNSUR PIMPINAN UNIT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KAB. ............. YANG HADIR ATAU YANG MEWAKILI;

•  JAJARAN MUSPIKA KECAMATAN .........................

•  SEGENAP SESEPUH DAN PINISEPUH YANG HADIR

•  JAJARAN JURNALISTIK, BAIK DARI KONTRIBUTOR TV MAUPUN DARI MEDIA CETAK DAN SEGENAP REKAN-REKAN  WARTAWAN YANG HADIR

•  KEPALA DESA …… BESERTA, UNSUR PIMPINAN  LEMBAGA DESA DAN SEMUA JAJARANNYA

•  SEGENAP MASYARAKAT DS. ……. , SEGENAP UNDANGAN, SERTA HADIRIN YANG BERBAHAGIA.

 

PUJI SYUKUR KITA PANJATKAN KE HADIRAT ALLAH SWT TUHAN YANG MAHA PENGASIH, ATAS RAHMAT DAN HIDAYAH-NYA, SEHINGGA KITA DAPAT DIPERTEMUKAN PADA KESEMPATAN INI, DALAM KONDISI SEHAT WAL’AFIAT TIDAK KURANG SUATU APAPUN.

MENGAWALI SAMBUTAN INI, SAYA SUNGGUH MERASA BANGGA DAN SANGAT BERBAHAGIA, BISA  BERKUMPUL BERSAMA PARA PELESTARI BUDAYA.

ACARA INI PADA HAKIKATNYA, MERUPAKAN MOMENTUM PENYADARAN AKAN PENTINGNYA PELESTARIAN NILAI-NILAI BUDAYA BANGSA UMUMNYA DAN BUDAYA JAWA KHUSUSNYA, …

SEKALIGUS SEBAGAI WUJUD KOMITMEN KITA SEMUA UNTUK MERAWAT DAN MENJADIKAN NILAI-NILAI BUDAYA SEBAGAI PEDOMAN DALAM KEHIDUPAN KITA BERSAMA.

OLEH KARENA ITU ATAS NAMA PRIBADI DAN PEMERINTAH KECAMATAN ......................... , SAYA MEMBERIKAN APRESIASI POSITIF KEPADA SEGENAP MASYARAKAT DUSUN GIYANTI PADA KHUSUSNYA PANITIA PENYELENGGARA

 

HADIRIN YANG BERBAHAGIA

 

PELESTARIAN BUDAYA JWA MENJADI SUATU HAL YANG SANGAT PENTING, KARENA SEBAGIAN MASYARAKAT MULAI MEMANDANG BUDAYA BANGSA LAIN LEBIH MENARIK, LEBIH HEBAT DARI BUDAYA KITA SENDIRI. BAHKAN, ADA SEKELOMPOK ORANG YANG SUDAH MENGANGGAP BUDAYA LOKAL SUDAH TIDAK RELEVAN DENGAN KEMAJUAN GLOBALISASI. MEREKA BANGGA DENGAN BUDAYA LUAR DAN MENGANGGAP REMEH BUDAYA SENDIRI. MEREKA MENGANGGAP BUDAYANYA SENDIRI TIDAK RELEVAN DENGAN KEHIDUPAN MODERN.

 

MEMUDARNYA KECINTAAN TERHADAP BUDAYA LOKAL MENJADI TANTANGAN BAGI KITA UNTUK MENCARI CARA BAGAIMANA MENGEMBALIKAN RASA HORMAT KEPADA BUDAYA SENDIRI. SEJARAH MEMBUKTIKAN, KEMAJUAN SUATU BANGSA DAPAT TERJADI JUSTRU APABILA SUATU BANGSA MENGHARGAI  KEBUDAYAANNYA SENDIRI. MARI KITA LIHAT BAGAIMANA CHINA BISA MAJU, TANPA KEHILANGAN IDENTITAS BUDAYANYA, DAN JEPANG BISA MELAJU KARENA MELANDASI KEHIDUPAN MODERN DENGAN NILAI DAN KARAKTER KEBUDAYAANNYA.

APABILA KITA KAJI, SESUNGGUHNYA BUDAYA JAWA MAMPU MENJADI PENDORONG KEMAJUAN. BILA RHONDA BYRNE DALAM BUKUNYA THE SECRET MENGATAKAN, BAHWA SUMBER UTAMA KESUKSESAN ADALAH MENSYUKURI APA YANG TELAH ADA, KARENA ALAM AKAN MEMANTULKAN KEMBALI KEBAHAGIAAN, MAKA ORANG JAWA SUDAH LAMA MEMILIKI MOTO “NRIMO PAWEHING PANDUM”, ARTINYA MENERIMA APA YANG DIBERI TUHAN. JIKA ORANG LAIN MENGATAKAN, BAHWA SUMBER KESUKSESAN ADALAH TERUS BERUSAHA, MENCOBA, DAN MENCOBA, MAKA ORANG JAWA TELAH LAMA MEMILIKI MOTO “TATAG-TUTUG”, YANG MAKNANYA SIAPA YANG YAKIN DAN TERUS MENCOBA, MAKA DIA AKAN SAMPAI.

MENURUT SAYA, BUDAYA JAWA MERUPAKAN BUDAYA YANG MEMILIKI NILAI-NILAI LUHUR YANG TINGGI. BUDAYA JAWA YANG DIPEGANG TEGUH TELAH MENCIPTAKAN SIKAP, KEPRIBADIAN, DAN GAYA, SERTA PERILAKU ORANG JAWA MENJADI SOSOK YANG SIMPATIK, HALUS, SANTUN, TOLERAN, FLEKSIBEL, DAN MENYUKAI KEHARMONISAN. SOSOK YANG COCOK DENGAN KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA YANG BERSIFAT KEKELUARGAAN DAN KEGOTONG-ROYONGAN.

BAHKAN FILOSOFI  ORANG JAWA DIPELAJARI, BAHKAN DIPAKAI OLEH BANYAK ORANG DI LUAR ETNIS JAWA. SEHUBUNGAN DENGAN HAL TERSEBUT, SAYA HARAP MAMPU MEMOTIVASI DAN MENDORONG SELURUH SISWA BREGADA X UNTUK IKUT AKTIF MENGAMBIL KEPELOPORAN  DALAM IKHTIAR MELESTARIKAN DAN INTERNALISASI NILAI-NILAI LUHUR BUDAYA JAWA.

PADA KESEMPATAN YANG BAIK INI PULA, SAYA MEMBERIKAN APRESIASI DAN PENGHARGAAN YANG TINGGI KEPADA ORANG JAWA YANG MENEKUNI JALAN HIDUPNYA DI BIDANG KEBUDAYAAN, DI BIDANG KESENIAN. MEREKA MENGABDIKAN HIDUPNYA UNTUK MELESTARIKAN BUDAYA JAWA,  MENGEMBANGKAN KESENIAN JAWA, AGAR JANGAN SAMPAI BUDAYA JAWA “MATI”, KARENA KEMATIAN BUDAYA JAWA SESUNGGUHNYA ADALAH “KEMATIAN” SELURUH ORANG JAWA, BAHKAN “KEMATIAN” BANGSA INDONESIA.

SEBELUM MENUTUP SAMBUTAN INI, SEKALI LAGI SAYA MENGAJAK SELURUH PEMERHATI DAN PELESTARI BUDAYA JAWA UNTUK TERGERAK OLEH DEDIKASI DAN SEMANGAT YANG PANTANG MENYERAH, DENGAN SEGALA CARA TETAP “NGURI-NGURI“  FILOSOFI DAN BUDAYA JAWA, JANGAN SAMPAI  HILANG DITELAN MODERNISASI DAN GLOBALISASI. SAYA INGAT SALAH SATU PESAN PARA LELUHUR JAWA, YAITU : “OJO NGANTI WONG JOWO ILANG JAWANE KARI JAHILE”, JANGAN SAMPAI ORANG JAWA HILANG KEJAWAANNYA, YANG TINGGAL HANYALAH KEBODOHAN;  KARENA  TIDAK MEMAHAMI FILOSOFI JAWA. JANGAN SAMPAI KITA KEHILANGAN IDENTITAS, YANG MENYEBABKAN KITA LUPA SIAPA DIRI KITA SEBENARNYA.

 

 

HADIRIN YANG SAYA HORMATI

 

DEMIKIAN YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN, ADA KURANG LEBIHNYA MOHON MAAF, SEMOGA SEMUA DAYA UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN OLEH PERMADANI DAN SELURUH PENGGIAT BUDAYA JAWA DALAM MELESTARIKAN DAN MENGGEMBANGKAN BUDAYA JAWA SEBAGAI WARISAN ADILIHUNG PARA LELUHUR, MENDAPATKAN KEMUDAHAN DARI ALLAH SWT, SERTA DAPAT MEMBERIKAN MANFAAT BAGI BANGSA INDONESIA, KHUSUSNYA MASYARAKAT .............

AKHIRNYA DENGAN MEMOHON RIDHO ALLAH SWT, SERTA DIIRINGI UCAPAN “BISMILLAHIROHMANIRROHIIM”, PRADANA WIYATA (PEMBUKAAN PAWIYATAN) BREGADA X PERMADANI KABUPATEN ..................... TAHUN 2013 INI, SAYA NYATAKAN DIMULAI.

 

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

WASSALAMU’ALAIKUM WR.WB

Comment