No icon

Lockdown India Gagal

Strategi Lockdown Gagal, Kasus Covid India melonjak

Jakarta - Dilansir dari cnbc indonesia, meskipun beberapa waktu lalu India menerapkan lockdown namun, perkembangan pertambahan kasus covid-19 berkembang dengan sangat cepat, bahkan saat ini sudah melampaui China. dikabarkan pada minggu (17/5/2020) sudah melampaui 90 ribu kasus.

Saat ini terdapat pertambahan 4.987 kasus baru yang terjadi, dengan jumlah total kasus 90.927 orang. Harsh Vardan selaku menteri kesehatan India menyatakan bahwa meskipun kasus bertambah namun tingkat kematiannya kecil, karena dipengaruhi oleh tingkat infeksi yang tidak cepat. "Jelas situasinya telah membaik karena lockdown. Kami telah menggunakan pembatasan wilayan ini untuk mempercepat tindakan kesehatan masyarakat seperti deteksi kasus, pelacakan kontak, isolasi dan pengilahan kasus "Kata vardhan.

Menteri Kesehatan India Harsh Vardhan mengungkapnya tingkat kematian yang cukup rendah dipengaruhi oleh tingkat infeksi yang lambat. Sekarang dibutuhkan 11 hari untuk jumlah kasus menjadi dua kali lipat, sedangkan sebelum lockdown hanya 3,5 hari. "Jelas situasinya telah membaik karena lockdown. Kami telah menggunakan pembatasan wilayah ini untuk mempercepat tindakan kesehatan masyarakat seperti deteksi kasus, pelacakan kontak, isolasi dan pengelolaan kasus," kata Vardhan dikutip dari Channel News Asia.

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Sudah Lockdown, Kasus Corona di India Tetap Melonjak Lampaui Cina, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2020/05/17/89596/sudah-lockdown-kasus-corona-di-india-tetap-melonjak-lampaui-cina

Penulis: Suara.com
Editor : Fira Nursyabani
Menteri Kesehatan India Harsh Vardhan mengungkapnya tingkat kematian yang cukup rendah dipengaruhi oleh tingkat infeksi yang lambat. Sekarang dibutuhkan 11 hari untuk jumlah kasus menjadi dua kali lipat, sedangkan sebelum lockdown hanya 3,5 hari. "Jelas situasinya telah membaik karena lockdown. Kami telah menggunakan pembatasan wilayah ini untuk mempercepat tindakan kesehatan masyarakat seperti deteksi kasus, pelacakan kontak, isolasi dan pengelolaan kasus," kata Vardhan dikutip dari Channel News Asia.

 

Comment